Santai lah.
Jangan libatkan kedua
tangan untuk menahan atau melepas.
Segalanya datang tanpa
diundang
Segalanya pergi meski
dicegah
Jangan libatkan mulut
untuk berucap adil dan tak adil
Segalanya tidak pernah
adil
pun segalanya selalu
adil
lalu tertumbuk pada
kepingan puzzle
tergenapi
di tiap – tiap kedatangan
dan kepergian.
Berhenti, pintaku pada
akal.
Dan lalu,
Seorang manusia
Hanya terduduk. Diam.
Merasa. Menerima. Melepas.
Bebas.
Dan lalu, kuasa
hanyalah Dia.(Luss)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar