Villain. Friend, say "i'm the villain in this story."
And how I wish I could say sorry.
The blame is on me.
The blame is on me.
The blame... is on me.
But, never did I tell a lie.
Never did I...
Tell a lie.
You're smiling, seems okay.
But Damn, I know you're not.
Say, "I'm the villain in this story."
Wish I could say sorry. (Luss)
Rabu, 23 November 2016
Senin, 21 November 2016
Labirin Bertuan 2
Tidak seharusnya
mengembara membawa tanya,
sementara tuan adalah segala jawabnya.
lama sekali berlari
berputar - putar dalam labirin sel cortex.
Sialnya, hanya ada satu pintu,
tuk memulai dan mengakhiri.
Sudahlah, tuan, ada yang tak perlu dipahami.
Aku permisi pergi.
Tetapi...
untuk berlari aku tak sanggup lagi. (Luss)
Jumat, 18 November 2016
Terduduk
Santai lah.
Jangan libatkan kedua
tangan untuk menahan atau melepas.
Segalanya datang tanpa
diundang
Segalanya pergi meski
dicegah
Jangan libatkan mulut
untuk berucap adil dan tak adil
Segalanya tidak pernah
adil
pun segalanya selalu
adil
lalu tertumbuk pada
kepingan puzzle
tergenapi
di tiap – tiap kedatangan
dan kepergian.
Berhenti, pintaku pada
akal.
Dan lalu,
Seorang manusia
Hanya terduduk. Diam.
Merasa. Menerima. Melepas.
Bebas.
Dan lalu, kuasa
hanyalah Dia.(Luss)
Sabtu, 12 November 2016
Sekeping Koin (2)
Dan,
akhirnya,
Lelahku
sungguhlah penat.
Melemah
genggamanku. Melepas.
Pada
dinding tiada batas,
Penuh
dengan lukisan kata.
Kutempelkan
sekeping koin berpigorakan jarak.
Sementara
memunguti pasir – pasir waktu,
Dinding
ini terasa sesak oleh
Lautan
cerita kamu.
Pasangnya
memanjat – manjat,
Ingin
menghempas batas.
Sementara
tangan sibuk memperkokoh
Bata
– bata pigora,
Riak
ombak menelusup masuk
Mengusik
sekeping koin,
Menyapa
satu sisi yang terbenam.
Sementara
mata hanya sanggup memandang
Yang
dibiarkan tampak,
Sebuah
hati sibuk menghidupkan sisi yang dibiarkan mati.
Terkubur
hari. Hari. Ha..ri..(Luss)
Langganan:
Postingan (Atom)