Dan,
akhirnya,
Lelahku
sungguhlah penat.
Melemah
genggamanku. Melepas.
Pada
dinding tiada batas,
Penuh
dengan lukisan kata.
Kutempelkan
sekeping koin berpigorakan jarak.
Sementara
memunguti pasir – pasir waktu,
Dinding
ini terasa sesak oleh
Lautan
cerita kamu.
Pasangnya
memanjat – manjat,
Ingin
menghempas batas.
Sementara
tangan sibuk memperkokoh
Bata
– bata pigora,
Riak
ombak menelusup masuk
Mengusik
sekeping koin,
Menyapa
satu sisi yang terbenam.
Sementara
mata hanya sanggup memandang
Yang
dibiarkan tampak,
Sebuah
hati sibuk menghidupkan sisi yang dibiarkan mati.
Terkubur
hari. Hari. Ha..ri..(Luss)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar