Sabtu, 12 November 2016

Sekeping Koin (2)


Dan, akhirnya,
Lelahku sungguhlah penat.
Melemah genggamanku. Melepas.
Pada dinding tiada batas,
Penuh dengan lukisan kata.
Kutempelkan sekeping koin berpigorakan jarak.
Sementara memunguti pasir – pasir waktu,
Dinding ini terasa sesak oleh
Lautan cerita kamu.
Pasangnya memanjat – manjat,
Ingin menghempas batas.
Sementara tangan sibuk memperkokoh
Bata – bata pigora,
Riak ombak menelusup masuk
Mengusik sekeping koin,
Menyapa satu sisi yang terbenam.
Sementara mata hanya sanggup memandang
Yang dibiarkan tampak,
Sebuah hati sibuk menghidupkan sisi yang dibiarkan mati.
Terkubur hari. Hari. Ha..ri..(Luss)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar