Hai kalian para pemuja hujan...
kali ini aku ingin membuat sedikit pengakuan dalam perjalananku memuja setiap butir air yang mengehempas setiap inci permukaan bumi... menyimpan tetesan memori tersendiri..
Aku sempat merasa menjadi seorang pengkhianat, sedikit berkhianat pada pengabdianku untuk rintik hujan.
Aku tidak mengerti tentang aku atau keadaan yang berubah..
Bukan aku membenci hujan .. aku masih memujanya seperti dulu .. hanya saja setahun ini aku memujanya tanpa ingin terbasahi..
Keadaan yang berbanding terbalik dengan aku yang masih mengenakan seragam putih merahku..
sangat berbanding terbalik dengan aku yang menunggu rintiknya menghempas tanah bersama seragam putih biruku..
Karna di tahun kedua aku mengenakan seragam putih abu - abuku aku mulai merasa berubah ...
entahlah, aku tidak bisa membedakan antara rasional dan berubah menjadi bukan diriku sendiri ...
Karna saat rintiknya kembali menerpa permukaan bumi aku mulai berpikir seratus kali untuk menari di bawahnya.. memikirkan nasib hari esok.. tugas.. seragam .. kesehatan.
Kemudian aku masih memuja hujan dalam diam tanpa menyentuhnya..
ada sebersit keinginan untuk kembali berdansa di bawahnya .. tapi entah itu keadaan atau pikiran rasionalku yang membiarkanku tetap bergeming..
Kemudian aku mulai memuja hujan dalam diam gelombang sajakku tanpa berani menari di bawahnya seperti dulu..
Ya, saat itu beginilah caraku memujanya, tidak lagi menari di bawahnya, hanya mengaguminyanya dalam diam, memandang butiran air bersama dengan gemericiknya..
merekamnya dalam setiap gelombang sajakku.. berpikir apakah aku akan semakin berubah..
Tapi hari ini, sepertinya hujan merindukanku sama seperti separuh diriku yang lain..
Sekali lagi, pikiran rasionalku membuatku berhenti pada emper sebuah toko untuk sekedar berlindung dari guyuran hujan.. tapi kemudian hanya enam menit berselang rintiknya semakin jarang kemudian hilang membuatku kembali mengendari sepeda motorku..
Tapi kali ini tanpa pertanda sang hujan datang menyerbu permukaan bumi dan aku, airnya mulai menyelimuti outer blue jeans ku.. ya kali ini aku sudah tak mengenakan seragam :')
Akhirnya, setelah sekian lama, aku kembali menari di bawah hujan
kembali aku bercengkrama langsung dengannya ... setiap satu rintiknya saat itu mewakili satu kisah lama..
Nostalgia, hal yang selalu hujan berikan dalam aroma basahnya.. Seutuhnya aku merasa menjadi diriku sendiri.. bersatu dalam derasnya.. bebas tanpa beban apa - apa ..
Setelah sekian lama menghindarinya ..
Kini aku mengetahui satu hal, bukan aku yang berubah menjadi orang lain..
tapi keadaan yang membuat semuanya berubah... mengubah pikiran masa bodoh..
waktu yang membuat aku merasa menjadi seperti seorang penghianat yang sebenarnya bukan...
Aku hanya mulai bertanggung jawab terhadap diriku sendiri.. dan aku tetap menjadi diriku sendiri.. aku menemukannya hari ini, di bawah guyuran hujan.. selanjutnya aku akan tetap seperti ini..
Sekarang aku tidak khawatir terhadap perubahan itu..
Hujan kali ini menunjukkan padaku bahwa yang aku perlukan hanyalah mengikuti apa yang aku mau tanpa kehilangan rasa tanggung jawab terhadap diriku sendiri.
ya pengabdianku pada hujan tidak akan mengurangi rasa tangung jawab itu.
Le Vendredi 8 Aout 2014 ~Luss~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar