Sabtu, 02 Januari 2016

Goa-Aman,Nyaman-Bosan



Tepat satu tahun lalu, aku menuliskan sebuah resolusi yang mengalir seperti air, menetes perlahan seperti hujan. Sekarang tengoklah ke mari, ke dalam sini. Masuklah, maka kau akan melihat perpaduan yang indah. Komposisi stalagtit dan stalagmit yang menggantung di langit – langit dan mengalas di lantai – lantai goa. Jangan mencari di luar, resolusiku belum menjelma menjadi tetesan hujan. Belum. Mereka masih di sini menjelma menjadi batuan purba dalam goa. Masuklah maka kau akan tahu. Jangan berdiri mematung di luar, hanya gersang yang akan kau dapatkan. Mendekatlah ada ruang di sana, ada sunyi yang teguh menjaga hening tetap menjadi bening. Lalu satu demi satu menetes dari stalagtit keinginan menjadi stalagmit kepuasan. Seimbang. Tak ada halangan, rintangan, menerjang tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran Dan aku seperti tengah berada di antaranya. Mengambang. Memandang perpaduannya yang begitu serasi. Bersyukur pada setiap tetesnya. Aku takut menambah. Aku takut merubah. Dan aku belum mau melangkah. Dalam goa ini, impian dan kenyataan berhadap – hadapan dengan proporsi yang begitu indah. Aku ingin diam saja, menikmati. Menyesapi kembali lama waktu yang terhabiskan untuk menghasilkan semua dekorasi goa ini. Tapi semakin lama diam mengagumi aku menjadi tidak berfungsi. Mendadak sunyi menjelma sepi. Sendiri. Lalu, aku mencari – cari keberanian untuk melangkah keluar menantang hutan belakar, bersua dengan terik mentari dan basah hujan. Namun gagal. Goa ini terlalu nyaman. Aman. Aku hanya takut mati bosan.

Lalu, secercah cahaya terang masuk dari pintu goa. Secercah lainnya menerobos begitu saja lewat celah dinding – dindingnya. Membuat aku penasaran terang seperti apa yang berada di luar. Membuat sebuah harapan untuk melangkah ke depan. Keluar. Cahaya itu semakin terang. Harapan ini berubah menjadi keyakinan. Pesta perpisahan untuk sebuah perjumpaan. Goa ini resmi aku tinggalkan.

28122015
Luss~

3 komentar: